
Ilustrasi (SINDOphoto)
Pasukan TNI Angkatan
Darat kembali mengukir prestasi di ajang menembak Internasional, yang
diadakan di Australia. Tak tanggung-tanggung, TNI AD mampu menyabet juara umum pada kontes menembak AASAM 2016. Dengan raihan 23 medali
emas, dari total 50 medali emas yang diperebutkan.
AASAM sendiri kepanjangan
dari Australia Army Skill at Arms Meeting,
ialah kopetensi lomba menembak yang diadakan oleh Royal Australian Army. Menurut sejarahnya, ajang ini pertama kali
diadakan sejak tahun 1984, di Pusat Pendidikan Infanteri Angkatan Darat
Australia, Singleton. Namun, baru tahun 1988 dibuka untuk seluruh kontingen
penembak Internasional.
Acara ini rutin diadakan
setiap tahunnya. Memasuki AASAM 2016, tahun ini digelar di Puckapunyal Military
Range, Victoria, Australia. Acara yang berlangsung selama 16 hari, di mulai
dari tanggal 13 sampai 19 Mei 2016. Beberapa perlombaan tembak menggunakan
senjata seperti; Senapan, Senapan Otomatis (SO), Pistol dan Sniper.
“Selama
berpartisipasi pada Lomba Tembak AASAM, TNI AD senantiasa menjadi juara umum
sejak pertandingan di Puckapunyal 2008, dengan menggunakan senjata jenis SS-2
V4 buatan PT Pindad yang merupakan senjata organik pasukan Kostrad,” kata
(Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Czi Berlin, seperti dikutip dari berita terbaru hari
ini di Sindonews (23/5/2016).
Sementara di
posisi runner-up berhasil ditempati kontingen dari Angkatan Darat
China, dengan memperoleh sembilan emas. Sedangkan di peringkat ketiga, disabet
kontingen dari Angkatan Darat Jepang dengan raihan empat medali emas.
Berdasarkan data keikutsertaan
yang ada, tim Indonesia dalam perlombaan ini pertama kali dimulai tahun 1996/1997.
Dan, luar biasanya, sejak tahun 2008, negara Indonesia sanggup menjadi juara
umum secara berturut-turut. Kalau ditotal sampai tahun 2016, berarti TNI AD
sudah berhasil mengukuhkan posisinya menjadi juara umum 9 kali beturut-turut.
Luas biasa memang
pencapaiannya. Apalagi ini ajang tingkat internasional, dengan diikuti
negara-negara besar lainnya, seperti; Australia, Amerika Serikat, Inggris,
Perancis, Kanada, China, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Papua Niugini,
Malaysia, Singapura, dan beberapa negara lainnya, dengan jumlah keseluruhan 20
negara.
“Dan yang lebih
membanggakan lagi bahwa senapan yang digunakan untuk menembak di AASAM adalah
jenis SS-2 V4 buatan PT Pindad,
salah satu industri strategis dalam negeri kebanggaan anak bangsa Indonesia,” lanjut
beliau.
Maka bisa dikatakan secara teknologi persenjataan, kemampuan taktikal setiap individu prajurit, membuktikan pasukan negara kita tidak kalah sama negara lain, bahkan terbukti unggul. Dengan kembalinya menjadi juara umum ini, negara Indonesia makin disegani.
Kita seluruh warga
Indonesia pastinya bangga memiliki pasukan TNI AD seperti ini. Kita ucapkan selamat
buat seluruh kontingen yang mewakili dan mengharumkan negara Indonesia di
pentas dunia. Salut, tak hanya sanggup menjaga kedaulatan NKRI, juga mampu menorehkan
prestasi gemilang. Luar biasa!.
Baca Tulisan Lainnya:
0 Komentar. Tambahkan Komentar »
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar Anda. Apapun itu, selama tidak merugikan, merendahkan, dan menghina golongan tertentu. Baik itu berupa kritik maupun saran terkait bahasan di atas. Terima kasih atas komentar dan kunjungannya yah :)