
Polis asuransi sekarang
ini bisa dikatakan layak menjadi kebutuhan setiap keluarga. Yang mana sebagai
langkah protektif dalam mengantisipasi berbagai kejadian di kemudian hari. Karena
kebanyakan kita tidak menyediakan dana cadangan untuk biaya kesehatan.
Penyebabnya kebutuhan selain itu sudah banyak menyita alokasi. Padahal
kesehatan memiliki peranan vital dalam kehidupan kita.
Berangkat dari
antisipasi itu, semestinya kita memberikan perlindungan terhadap kesehatan.
Memang, bagi pekerja di beberapa perusahaan sudah mengakomodir asuransi
kesehatan. Namun perlu dihitung kembali batasan coverage pada keluarga kita. Apakah seluruh keluarga sudah
terpenuhi?. Selain itu bagi profesi yang tidak terikat asuransi. Tentunya
memerlukan asuransi yang bersifat perorangan.
Saya punya cerita
segar mengenai asuransi kesehatan. Apalagi semua situasi ini mengingatkan saya
kepada bapak sebelum beliau meninggal dunia, dan tepat pada tanggal 07 April 2016, 100 harinya. Jadi, bagaimana
beliau melawan sakit menahun diabetesnya, dengan segala pengobatan dan kontrol
asupanan makanan yang telah ketat diupayakan. Hingga sakit yang diderita
merembet ke organ tubuh lainnya. Bapak akhirnya terkena komplikasi, mulai dari
ginjal, asma, dan juga jantung.
Sejak bulan Oktober
tahun lalun, sakitnya mulai menunjukkan fase yang parah. Opname menjadi solusi
yang harus dijalani. Setelah sembuh, kambuh lagi, muncul diagnosa lain dan
seterusnya. Kontrol kesehatan rutin setiap seminggu sekali, dan sesekali harus
cek di laboraturium. Terhitung dari bulan Oktober sampai Desember kemarin,
beliau sudah menjalani lima kali opname
di rumah sakit yang berbeda. Iyah, bolak-balik dengan hitungan hari yang tak
sampai sebulan, masuk lagi, ke luar, dan masuk lagi.
Masih teringat jelas
bagaimana suasana di dalam rumah sakit, keheningan ketika beliau terlelap, rasa
cemas yang selalu menyelimuti, dan bahkan setiap doa yang saya panjatkan, semua
masih jelas dalam ingatan. di lain sisi, saya merasa beruntung di saat beliau
lemah tak berdaya, saya diberikan kesempatan mendampinginya, hingga Tuhan
mengambilnya dari kami sekeluarga.
Akhir perjuangan bapak
melawan sakit yang diderita terhenti pada hari Senin, 28 Desember 2015. Beliau menghembuskan nafas terakhinya di ruang
ICU, dengan kondisi tubuh penuh kabel, di dada, tekanan jantung, di betis kaki,
bantuan alat pernafasan, infus di tangan kanan dan kirinya. Ya Allah, kalau
mengingatnya raanya dada ini sesak. Semoga bapak tenang di alam sana.
Dari rentetan
bolak-balik opname itu, entah berapa besarnya biaya yang harus dikeluarkan
keluarga, jika tanpa asuransi kesehatan?,
tentu jumlahnya tidak sedikit. Saya masih ingat ketika opname ketiga kali dalam
kurun waktu itu, beliau albuminnya rendah. Dan membutuhkan albumin lewat selang
infus. Kalian mungkin tahu, harga
sebotol kecil albumin mencapai 600k lebih. Beruntung satu botol masih
tercover asuransinya.
Iyah, itu albumin
saja, yang saat itu bapak membutuhkan dua botol. Belum lagi biaya sewa kamar,
biaya periksa, obat-obatan selama opname yang sekali tebus satu kresek penuh
dan setidaknya sehari terdapat dua kali resep ke luar dari dokter. Puji syukur, bapak
memiliki asuransi kesehatan, dan itu sangat-sangat membantu kami sekeluarga.
Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya. Bahkan menjalai opname di salah satu rumah sakit swasta, hampir seminggu lamanya, dengan berbagai obat dan penangan yang ada, kami keluarga sepeserpun tidak mengeluarkan biaya perawatan, maupun biaya rawat inap selama dirawat di sana. Benar, serupiahpun tidak ke luar sama sekali. Alhamdulillah.
Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya. Bahkan menjalai opname di salah satu rumah sakit swasta, hampir seminggu lamanya, dengan berbagai obat dan penangan yang ada, kami keluarga sepeserpun tidak mengeluarkan biaya perawatan, maupun biaya rawat inap selama dirawat di sana. Benar, serupiahpun tidak ke luar sama sekali. Alhamdulillah.
Dari kejadian yang
almarhum alami, saya semakin menyadari betapa pentingnya asuransi kesehatan. Sebagai
antisipasi di mana kita semua tidak tahu kapan akan mengalami sakit atau
kejadian di luar perkiraan. Karena banyak sekali keuntungan memiliki polis
asuransi, dan itu terasa sangat membantu sekali di kemudian hari. Memang benar pepatah
mengatakan kesehatan itu mahal.
Di luar banyak
sekali asuransi kesehatan yang dapat kita pilih. Salah satunya asuransi jiwa
dari astralife.co.id. Dengan mengkombinasikan pengalaman dan kompetensi Aviva
International Holding Ltd, sebuah perusahaan asuransi kelas dunia. Berangkat
dari kematangan itu, astralife.co.id
bisa menjadi rujukan dalam pemenuhan polis asuransi kesehatan kita dan beberapa
waktu lalu meluncurkan produk barunya yakni AVA
iPro Pratama dan AVA iPro Prima.
Baca Tulisan Lainnya:
0 Komentar. Tambahkan Komentar »
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar Anda. Apapun itu, selama tidak merugikan, merendahkan, dan menghina golongan tertentu. Baik itu berupa kritik maupun saran terkait bahasan di atas. Terima kasih atas komentar dan kunjungannya yah :)